Templates by BIGtheme NET
Rumah » informasi » FKPT DIY; Workshop Pencegahan Terorisme dan Radikalisme
agenda

FKPT DIY; Workshop Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

Forum koordinasi pencegahan terorisme Daerah Istimewa Yogyakarta (FKPT DIY) merupakan kepanjangan dari BNPT (Badan Nasional PEnanggulangan Terorisme). Sejak tahun 2010 BNPT terus melakukan aktivitas yang masif dalam rangka menanggulangi terorisme di Indonesia. Adalah Workshop pencegahan terorisme dan radikalisme yang diselenggarakan oleh FKPT DIY ini salah satu dari program salah satu bidang di tubuh FKPT DIY. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015, FKPT DIY Workshop Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara yang bertajuk “Penguatan Keluarga dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme ” ini diselenggarakan oleh Bidang Pemuda dan Perempuan FKPT DIY. Acara ini mengundang lebih dari 250 tokoh pemuda dan perempuan lintas organisasi, profesi, aktivitas, dan tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota madya DI Yogyakarta. Workshop ini akan diisi oleh para narasumber yang kompeten dan berpengalaman seperti Kolonel Dadang Indrayuda (BNPT); Dr Muhtasar Samsuddin (Dekan Fakultas Filsafat UGM, peneliti Terorisme dan Radikalisme); Alisa Wahid (pegiat toleransi dan intelektual muda NU); serta KH Abdul Muhaimin (Ketua FKPT DIY dan pegiat kerukunan umat beragama). Acara ini akan dimulai pada jam 8.00 wib dan berakhir pada jam 17.00 wib.

Workshop ini bertujuan bagaimana memperkuat keluarga sebagai institusi sosial terkecil dan generasi muda agar menjadi benteng sosial yang tangguh dalam membendung berkembangnya naras-narasi dan aksi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Dengan pemberdayaan dan penguatan keluarga dan generasi muda diharapkan mereka akan menjadi basis dan benteng terdepan sekaligus salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam rangka pencegahan terorisme dan radikalisme.
Dijadikannya generasi muda dan perempuan sebagai peserta aktif workshop tidak terlepas dari berbagai hasil riset yang secara umum menunjukkan bahwa narasi Islamisme (militansi, radikalisme, ekstremisme, terorisme) berkembang di kalangan remaja dan pemuda melalui proses, pertama-tama, yang disebut dengan “pembukaan kesadaran.” Proses pertama ini yang kemudian dapat berkembang, yang jika menemukan habitat yang kondusif, menjadi narasi-narasi dan aksi terorisme dan radikalisme. Di sinilah peran penting keluarga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang diharapkan terlibat dalam pencegahan terorisme dan radikalisme.

Sebagaimana diketahui, Riset BNPT tahun 2013 menyimpulkan bahwa Narasi militansi di Yogyakarta telah melahirkan sikap toleransi “bersyarat” atau lazy tolerance karena pandangan dan penerimaan terhadap kelompok liyan (others) masih sebagai pemarka identitas (identity markers). Narasi radikalisme berwujud dalam keyakinan di sejumlah pihak di Yogyakarta bahwa penerapan Islam Kaffah bisa menjadi solusi bagi keterpurukan atau ketertinggalan umat Islam saat ini. Narasi ekstremisme kurang beresonansi karena lanskap sosio kultural Yogyakarta yang tidak memungkinkan narasi jenis ini tumbuh berkembang di Yogyakarta. Demikian pula, narasi terorisme sama sekali ditolak sekalipun penolakan itu kadang ambigu ketika menyangkut pelaku terorisme.

Dalam workshop Kol. TNI Dadang Indrayuda dari BNPT akan menjelaskan kebijakan pemerintah terkait dengan penanggulangan terorisme dan radikalisme. Dr Muhtasar akan mempresentasikan hasil riset fenomena narasi Islamisme di DI Yogyakarta. Alisa Wahid akan menguraikan karakteristik generasi muda dan perempuan kontemporer dan bagaimana peran strategisnya dalam pencegahan terorisme dan radikalisme. Sementara itu KH Abdul Muhaimin akan berbicara konsep keluarga maslahah, bagaimana mewujudkannya, sehingga menjadi benteng yang tangguh di masyarakat.
ADa banyak hal yang menjadi PR FKPT di sleuruh Indonesia termasuk adalah FKPT DIY yang hingga kini terus giat dan aktif untuk terus melakukan aktivitas pencegahan terorisme. Dari agenda ini tentunya memiliki followup yang berkelanjut.

Tentang admin

Kemampuan saya mencari sumber berita yang aktual, memukau dan dapat dipercaya kredibilitasnya, membuat saya bergabung dengan JalanDamai ini. Saya memberikan informasi yang independen dan konsisten dengan Perjuangan.